“ASN Tukang” di Balaikota Bukittinggi 

Oleh : Teddy G Chaniago

JARUM jam menunjukkan tepat pukul 08.00 WIB. Satu persatu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di Pemerintah Kota Bukittinggi muncul di Balaikota yang berada di kawasan Gulai Bancah tersebut.

‎Hal itu, tentunya bukan sebuah hal yang aneh. Sebab, sebagai aparat negara, tentunya dedikasi dan profesionalitas harus ditunjukkan atas sesuatu yang mereka dapatkan setiap bulannya.

‎Bekerja dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan melalui peraturan adalah sebuah hal wajib yang tak bisa mereka langgar.

‎Kali ini, kita tak hendak membicarakan kerja, kinerja dan apalah namanya yang menjadi tugas pokok dan fungsi ASN sebagai aparatur negara.

‎Akan tetapi berbicara tentang “ASN tukang” yang juga mencari nafkah di istana negara Kota Bukittinggi tersebut.

Baca Juga:  KPU Tanah Datar Lantik 70 Anggota PPK

‎Kenapa ditulis ASN “tukang” karena sebagai pekerja informal, mereka bak menjalani misi pula sebagai aparat negara.

‎Sebagaimana ASN, mereka juga datang pukul 08.00 WIB dan langsung bekerja dengan segenap keahlian yang dimilikinya.

‎Jika ASN langsung melaksanakan segala macam rencana kerja yang telah disusun sebelumnya di meja kerja masing-masing.

‎Pun demikian dengan “ASN tukang” ini. Bedanya, saat mereka bekerja, maka suara bising nan memekakkan telinga langsung berkumandang dengan gegap gempita.

‎Suara concrete breaker, menggema ke seantero ruangan yang ada di Balaikota Bukittinggi mulai dari pukul 08.00 WIB hingga jam pulang ASN.

‎Rehab atau renovasi kamar kecil yang mereka lakukan, pastinya dibutuhkan.

Related Posts