Bukittinggi Upayakan Perlindungan Anak dari Bahaya Media Sosial dan Narkoba

BUKITTINGGI — Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan, pemerintah Bukittinggi akan terus berupaya memberikan perlindungan anak dari bahaya media sosial dan penyalahgunaan narkoba, dengan selalu mengalokasikan penganggaran untuk kegiatan-kegiatan pencegahan.

“Tujuan kegiatan pencegahan ini dengan melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) secara berkelanjutan, dengan sasaran yang berbeda-beda,” ujar Erman Safar di acara paripurna DPRD Kota Bukittinggi tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak dan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Jumat (11/8/2023).

Menurut Wako Erman, dalam kegiatan tersebut, dilakukan langsung kepada anak-anak berusia Sekolah Dasar (SD) sampai SMP, dan ada juga yang diberikan kepada support system yang mendukung pengasuhan anak yakni, orang tua, guru, dan unsur-unsur masyarakat.

Disampaikan Wako Erman, pemerintah kota Bukittinggi juga telah memfasilitasi anggaran untuk wadah-wadah kegiatan kreativitas bagi anak, diantaranya forum anak daerah, pusat informasi dan konseling remaja, dan forum generasi bencana.

Hal itu sebut Wako Erman, merupakan sebagai upaya menyalurkan aktivitas dan energy positif anak-anak di Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu, terkait tentang Kota Layak Anak (KLA), Wako Erman menyampaikan, KLA terdiri dari 24 indikator yang mencakup kelembagaan dan lima klaster.

Kata Erman, enam klaster itu adalah, pertama kelembagaan yang terdiri atas tiga indikator, dua klaster hak sipil dan kebebasan yang terdiri atas tiga indikator, ketiga klaster lingkungan keluarga dan pengusaha alternatif, yang terdiri lima indikator, keempat klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan yang terdiri atas enam indikator, kelima klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya yang terdiri atas tiga indikator dan keenam klaster pelindungan khusu terdiri atas empat indikator.

Disampaikan Wako Erman, skema anggaran kedepan untuk mendukung terselenggaranya KLA di Bukittinggi yaitu, menyesuaikan dengan tupoksi OPD dimana anggaran tersebut tersedia di OPD terkait, tanpa menambah anggaran secara khusus.

Menurut Erman lagi, forum atau wadah yang akan disiapkan untuk menampung anak untuk bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah yaitu forum anak yang terdapat di tingkat kelurahan, kecamatan dan kota.

Mengenai dengan penegakan Perda Kota Bukittinggi No. 11 tahun 2014 tentang perubahan Perda Kota Bukittinggi No. 1 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok sangat penting karena merupakan salah satu indikator KLA yang berkontribusi kuat terhadap percepatan Bukittinggi menuju Kota Layak Anak. (dyt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *