Dua Hari Event Semarak Tanjung Barulak Tampilkan Kuliner, Budaya dan Adat

TANAHDATAR – Wali Nagari , Kecamatan Batipuh Alva Enersi menyampaikan dua pelaksanaan event Semarak Tanjung Barulak diisi dengan penampilan berbagai macam kesenian, adat dan budaya setempat serta hidangan kuliner khas nagari dan UMKM masyarakat.
“Dengan adanya event nagari ini, kami berupaya menggali potensi adat dan budaya ataupun kekayaan kuliner tempo dulu untuk ditampilkan dan diketahui masyarakat,” ucap Alva saat acara pembukaan di Tanjung Barulak, Selasa (8/8/2023).
Alva menyampaikan terima kasih atas kerja keras panitia pelaksana, jajaran Pemerintah Nagari, Pemerintah Kecamatan, tokoh masyarakat dan juga perantau serta rekan-rekan Wali Nagari lainnya.
Ia menyebut Event Sumarak Tanjuang Barulak ini dilaksanakan pada 8 – 9 Agustus 2023 diwarnai dengan pawai budaya, tari kolosal, tari piring, prosesi adat Baradat Manjapuik Anta Marapulai, tari Sakok, marhaban duduk, tari payung, salawat talam, tari lenggok gadih bakaranjang, randai, baju kuruang basiba dan beberapa pertunjukan tari lainnya.
“Tentunya tanpa dukungan kita semua kegiatan ini tidak terlaksana dengan baik,” tutur Alva.
Perantau Nagari Tanjung Barulak Yunansirhan menyampaikan bahwa para perantau memberikan dukungan pelaksanaan Event Sumarak Tanjuang Barulak yang masuk dalam Progul Satu Nagari Satu Event .
“Kami perantau mendukung pelaksanaan event ini, bahkan ada beberapa perantau yang pulang kampung untuk ikut serta menyaksikan langsung,” tutur Yunansirhan.
Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat bertahan dan menjadi agenda rutin di Nagari Tanjung Barulak, dan mengajak perantau untuk membantu secara langsung dunsanak di kampung halaman.
“Saya ajak perantau untuk membantu perekonomian masyarakat di kampung halaman,” ucapnya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan event nagari ini dimaksudkan untuk mendorong seluruh elemen masyarakat kembali melestarikan berbagai adat, budaya dan kuliner khas nagari.
Di Nagari Tanjung Barulak ini, tambah Eka, banyak potensi adat, budaya dan kuliner seperti adat baralek, randai, baju basiba, pidato adat, kemudian kuliner ada katupek puluik, samba lado piriak, karucuik dan banyak lainnya.
“Kekayaan lokal seperti inilah yang ingin kita tampilkan sehingga bisa berdampak peningkatan roda perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya. (tau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *