FKPM se-kota Bukittinggi Lakukan Donor Darah Sambut World Blood Donor Day

BUKITTINGGI – Ketua Palang Merah Indonesia kota Bukittinggi, H. Chairunnas mengungkapkan, pihaknya menggelar donor darah antara paguyuban – paguyuban mahasiswa sekitaran kampus yang ada di kota Bukittinggi demi semangat kemanusiaan dan kekeluargaan. Untuk hari ini ada 11 (sebelas) paguyuban mahasiswa.

“Demi menumbuhkan semangat sosial dan kemanusiaan bagi semua mahasiswa dalam membantu lapisan masyarakat, keluarga mereka tentunya, kita menggelar hal ini,” ungkap H. Chairunnas kepada media, di lapangan Wirabraja 0304/Agam, Minggu (18/6/2023).

Disebutkan, kita berikan apresiasi kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di kota Bukittinggi dan perbatasan, mereka sangat peduli dengan kekurangan darah di PMI Bukittinggi ini.

Dijelaskan, PMI dalam satu bulan membutuhkan lebih kurang 1500 kantong darah, sementara PMI hanya bisa memenuhi 700 sampai 800 kantong, dengan kekurangan tersebut, itulah maka kita lakukan seperti mobil Donor Darah setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu di jalan Sudirman.

“Alhamdulillah dengan pedulinya adik-adik mahasiswa ini, apalagi kita masih dalam memperingati hari donor darah sedunia (World Blood Donor Day) tepatnya tanggal (14/6), kita tentu tanggapi dengan serius, mudah-mudahan ini berkelanjutan,” harap ketua PMI Bukittinggi.

Ia menyebutkan, kalau sepuluh orang saja tiap tiap paguyuban mendonorkan darahnya, artinya udah 100 kantong darah sudah terpenuhi, bisa berlaku untuk dua atau tiga hari. Pihaknya juga mendorong dan juga akan membicarakan hal tersebut dengan kepala daerah.

*Forum Komunikasi Paguyuban Mahasiswa (FKPM) se kota Bukittinggi*

Kevin Febriko salah seorang mahasiswa dari Paguyuban Ikatan Mahasiswa Solok Saiyo Sakato (IMSSS) mengatakan, dari sebelas paguyuban mahasiswa yang ada di kota Bukittinggi kami sepakat untuk mendonorkan darah.

Ia menjelaskan dalam rangka memenuhi tri dharma perguruan tinggi poin ke tiga yaitu kebaktian masyarakat, melalui Donor Darah kita buktikan.

“FKPM lakukan donor darah ini merupakan program pertama dan kita berkolaborasi sesama mahasiswa perantau yang ada di kota Bukittinggi, ini akan kita jadikan kegiatan berkelanjutan,” sebut Muhammad Irfan juga salah seorang mahasiswa.

Sementara, Ilham Nasution mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Pasaman Barat (IMAPASBAR) menambahkan, marilah kita bersama-sama membangun kekerabatan antara mahasiswa yang ada di kota ini, meskipun berbeda ranah intinya kita adalah se perantauan.

“Kepada ikatan mahasiswa/paguyuban yang bergabung di FKPM semoga program ini berjalan lancar, hal ini bisa menjalin silaturahmi antar sesama paguyuban,” harapannya. (alex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *