Kerja Nyata Erman Safar Nahkodai Bukittinggi Lahirkan Berbagai Perubahan, Ini Deretannya

BUKITTINGGI — Kerja nyata H Erman Safar S H (wali kota Bukittingi) – H Marfendi (wakil wali kota) menahkodai Kota Bukittinggi, telah melahirkan banyak perubahan di dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di kota itu.

Sama-sama diketahui, pada 26 Februari 2021, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya reda, Erman Safar – Marfendi dilantik sebagai wali kota – wakil wali kota Bukittinggi.

Di awal 2021 itu kondisi Bukittinggi masih diselimuti berbagai masalah akibat pandemi Covid-19. Ekonomi kota stagnan. Hampir semua usaha jasa dan perdagangan lesu.

Sebagai wali kota baru, Erman Safar sempat terkalang cuek. Sebab, program yang ada di APBD 2021 masih disusun wali kota sebelumnya. Anggaran belanja modal dominan untuk pembangunan fisik seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam 6 bulan tahun pertama memimpin Kota Bukittinggi, Erman Safar berhasil merampungkan RPJMD 2021-2025. Visi yang diemban Erman Safar “Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan ABS-SBK”.

Untuk mencapai Visi, di dalam RPJMD dirumuskan 7 Misi yakni Hebat dalam: (1). Peningkatan ekonomi kerakyatan, (2). Sektor pendidikan, (3). Sektor kesehatan dan lingkungan, (4). Sektor pariwisata, seni budaya dan olahraga, (5). Tatakelola pemerintahan, (6). Sektor sosial kemasyarakatan, dan (7). Hebat dalam sektor pertanian.

Pada APBD perubahan Erman Safar baru dapat melakukan sedikit pergeseran anggaran. Beberapa program untuk mendorong pergerakan ekonomi yang sedang stagnan, dilakukan. Bantuan langsung kepada masyarakat yang kesulitan bahan pangan, direalisasikan.

Pada tahun kedua, yaitu di tahun 2022, Wali Kota Erman Safar mulai merealisasikan visi-misi yang ditawarkan saat kampanye. Di mana, alokasi anggaran diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal itu terlihat dalam APBD 2022 dan 2023 Kota Bukittinggi. Postur anggaran dan program dibuat Erman Safar berbeda secara signifikan dengan wali kota sebelumnya.

Berbagai program yang bertujuan membantu masyarakat miskin digulirkan. Di bidang kesehatan, ada beberapa program dijalankan. Warga dari keluarga miskin dibayarkan iuran BPJSnya. Tujuannya agar setiap warga kota bisa berobat ke rumah sakit tanpa terkendala biaya.

Dalam program Universal Health Coverge (UHC) di Provinsi Sumatra Barat di tahun 2023. Dari target yang ditetapkan di Sumbar pada angka 95 persen, Kota Bukittinggi telah mencapai angka 97,08 persen warga, sudah tedaftar sebagai peserta JKN pada BPJS Kesehatan.

Sejak awal 2023, tercatat 95 persen warga Bukittinggi sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Hingga akhir 2023, terus terjadi peningkatan, sehingga 97,08 warga Bukittinggi sudah menjadi peserta JKN.

Saat ini 134.412 warga Bukittinggi, sudah memiliki jaminan kesehatan nasional. Dari jumlah itu, 25.685 iuran kepesertaannya dibayarkan Pemko Bukittinggi dengan anggaran Rp10 miliar lebih, melalui program Bukittinggi Hebat dan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato.

Hal itu satu bukti bahwa cakupan pelayanan kesehatan di Bukittinggi terus meningkat, bahkan tertinggi dan terbaik di Sumatra Barat.

Selain itu, memperhatikan keselamatan warga koto juga menjadi program prioritas. Selama tahun 2023 ini, sebanyak 2918 warga kota, mendapatkan jaminan kematian dan kecelakaan kerja, kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Pemko bersama DPRD Bukittinggi menganggarkan dana, untuk pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), bagi pekerja yang memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2023 dan atau terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Jenis dan iuran program jaminan sosial yang diberikan bagi setiap pekerja bukan penerima upah dan merupakan pekerja rentan, yaitu Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran Rp6.800,- per orang per bulan, jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp10.000,- per orang per bulan

Sedangkan, jaminan kematian yang dapat diterima peserta JKM karena SAKIT, sebesar Rp42.000.000,-. Sedangkan pekerja yang meninggal karena KECELAKAAN KERJA diberi jaminan 48 x upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Anak dari peserta JKM yang masih ada di bangku pendidikan, akan mendapatkan beasiswa hingga Rp174 juta untuk 2 orang anak.

Jumlah nominal beasiswa pendidikan yang bisa didapat, pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan SD Rp1,5 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan selama 8 tahun. Pendidikan SMP/sederajat Rp2 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 3 tahun.

Sedangkan untuk pendidikan SMA/sederajat Rp 3 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 3 tahun. Pendidikan tinggi paling tinggi S1 Rp 12 juta per orang per tahun. Maksimal menyelesaikan pendidikan 5 tahun.

Setiap tahun juga dianggarkan Rp9 miliar untuk membayarkan jaminan kesehatan warga kurang mampu.

Pada tahun 2023, 95 persen warga Kota Bukittinggi telah memiliki jaminan kesehatan. Untuk berobat warga cukup membawa KTP.

Warga tidak mampu yang bekerja mandiri beresiko tinggi, diberi bantuan berupa jaminan sosial tenaga kerja. Ada 2.918 warga yang mendapat jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Premi asuransi (jaminan kecelakaan dan kematian) dibayarkan Pemko setiap bulannya.

Di sektor pendidikan Erman Safar punya terobosan baru berupa bantuan iuran komite sekolah SLTA Negeri dan Swasta. Di anggaran APBD Kota Bukittinggi 2024, uang untuk subsidi iuran komite pelajar SMA Negeri sederajat mencapai Rp9,5 miliar.

Melalui dana itu, dapat membantu subsidi iuran komite untuk 5.369 pelajar SMAN, SMKN dan SLBN. Dana tersebut disalurkan melalui Bantuan Keuangan khusus (BKK) ke Pemprov Sumbar.

Para guru honor yang sudah lama berharap dapat tambahan penghasilan, Wali Kota Erman Safar pun merealisasikan.

Para guru honorer SLTA Negeri mendapat tambahan honor setiap bulan. Sementara guru honorer di SLTA Swasta dapat tambahan honor bulanan berupa hibah. Dana dapat dimanfaatkan untuk membayar honor guru non PNS di setiap sekolah dan THR mereka.

Peningkatan taraf ekonomi masyarakat distimulan dengan gagasan baru berupa program Tabungan Utsman bekerjasama dengan BPR Syariah Jam Gadang.

Di 2024, BPRS Syariah Jam Gadang menyediakan pembiayaan syariah, yang dapat membantu permodalan masyarakat Kota Bukittinggi dalam rangka meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sedikitnya, telah dianggarkan subsidi untuk tabungan Utsman sebesar Rp2,5 milyar. Dengan subsidi itu, ditargetkan tabungan Utsman dapat dimanfaatkan oleh 2.200 lebih nasabah tabungan Utsman.

Melalui program ini, Pemko menanggung sepenuhnya beban jasa pinjaman modal usaha peserta Tabungan Utsman. Di samping itu, bantuan usaha untuk kaum wanita rentan juga digulirkan.

Perhatian pada keluarga miskin, tidak mampu, secara rutin disalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras berkualitas standar. Juga ada program jaminan kebutuhan berupa Warung Utsman. Warga kota yang menjadi sasaran program ini mendapat kartu belanja gratis di warung yang telah ditentukan.

Pembiayaan program sosial untuk kesejahteraan masyarakat dananya diusahakan wali kota tidak hanya dari APBD. Tetapi juga dari APBN, Baznas, partisipasi masyarakat dan CSR BUMD-BUMN.

Dalam visi misi sektor pendidikan, agama dan adat, Walikota Erman Safar, dalam dua tahap (2022 dan 2023) juga merealisasikan berdirinya rumah tahfidz di setiap kelurahan. Ada 24 rumah tahfidz di kota Bukittinggi yang biaya operasionalnya ditanggung pemerintah.

Dalam tahun kedua, 2022, Wali Kota Erman Safar juga mengeksekusi penerapan kurikulum adat Minang dan agama di SD dan SMP se-Bukittinggi.

Tujuan pelajaran muatan lokal adat untuk tetap terjaganya nilai-nilai Adat dan budaya Minang pada generasi muda mendatang.

Penambahan muatan lokal Budaya Adat Minangkabau (BAM) untuk pelajar SD dan SMP negeri, dengan materi Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK).

Materi ini diberikan langsung oleh Tokoh Adat, Niniak Mamak, Bundo Kanduang Cadiak Pandai. Sebanyak 33 orang dari Tokoh Adat di Kota Bukittinggi, menjadi guru tamu untuk mengajarkan BAM di seluruh SD dan SMP negeri di kota itu.

Hal ini ditujukan agar ilmu adat didapat langsung dari narasumber yang kompeten dibidangnya. Penerapan muatan lokal itu, diberikan untuk membekali generasi muda Bukittinggi dengan kekuatan iman yang dibalut dengan adat budaya Minangkabau. (*/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *