Pemkab Ajukan Tiga Ranperda ke DPRD Tanah Datar

– Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengajukan tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda) kepada .
Pengajuan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dewan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, didampingi Wakil Ketua Saidani, Sekwan Yuhardi dan dihadiri Bupati Eka Putra, Forkopimda, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat dan wali nagari se-Kabupaten Tanah Datar.
Tiga Ranperda yang diajukan itu yakni Ranperda Penanggulangan Bencana, Ranperda Pembangunan Industri Kabupaten 2023-2043 dan Ranperda Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh.

Ranperda Penanggulangan Bencana
Dalam Ranperda Penanggulangan Bencana, Bupati Eka menjelaskan wilayah Tanah Datar berada di sekitar tiga gunung yakni Gunung Marapi, Singgalang dan Tandikek. Tanah Datar juga terdapat danau yang cukup luas yaitu Danau Singkarak yang terletak di Kecamatan Batipuh Selatan dan Rambatan serta memiliki banyak perbukitan.
“Tanah Datar berada di daerah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, cuaca ekstrim dan letusan gunung api maupun kekeringan. Bencana yang akan terjadi dapat mengancam kehidupan masyarakat baik dari faktor alam dan non alam yang akan menyebabkan korban jiwa manusia dan lingkungan hidup lainnya,” tutur Eka.
Untuk itu, perlu dilakukan upaya penanggulangan secara terukur, terarah dan terintegrasi baik pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.
“Ranperda ini untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh serta terkoordinasi dan mengakomodir dalam rangka memberikan perlindungan masyarakat dari resiko, ancaman dan dampak bencana,” ucap Eka.

Anggota DPRD Tanah Datar dalam rapat paripurna membahas tiga ranperfa

Ranperda Pembangunan Industri Kabupaten 2023-2043
Bupati menjelaskan sektor industri dalam pembangunan ekonomi nasional memiliki peranan yang sangat penting karena sektor industri memiliki keunggulan dalam hal akselerasi pembangunan di daerah.
“Untuk itu daerah perlu mengembangkan sektor industri sebagai penggerak utama dalam pembangunan daerah,” tutur Eka.
Untuk mendorong kemajuan industri yang dilakukan secara terencana dan tersusun secara sistematis dalam satu dokumen perencanaan dan dalam bentuk rencana pembangunan industri dalam jangka waktu 20 tahun.
Tujuannya untuk mewujudkan pengembangan industri lokal untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk unggulan daerah sebagai pilar penggerak perekonomian di daerah secara mandiri dan menciptakan persaingan industri yang sehat dalam rangka pemerataan pembangunan industri daerah.

Ranperda Pencegahan, dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh
Bupati Eka menjelaskan Tanah Datar sebagai salah satu kabupaten tujuan wisata dan telah mengalami perkembangan yang cukup cepat.
Namun, di sisi lain dihadapkan pada permasalahan tumbuhnya permukiman kumuh yang memerlukan upaya berkelanjutan.
“Saat ini kondisi permukiman kumuh di Tanah Datar pada 14 kecamatan memiliki beberapa kesamaan seperti kondisi bangunan semipermanen dan teratur, kepadatan bangunan tinggi, permukaan jalan rusak, saluran drainase tidak berfungsi dikarenakan dipenuhi oleh sampah dan rendahnya kepemilikan jamban keluarga,” tutur Eka.

Pembahasan Tiga Ranperda
Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra menyampaikan pembahasan tiga ranperda ini akan dilanjutkan pada 24 Mei 2023 dengan agenda pandangan umum fraksi. (tau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *