Tanah Datar Dinilai Tim Penghargaan Pembangunan Daerah Bappenas

TANAHDATAR, Bacalahnews – Pemerintah Kabupaten dinilai Tim Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Nasional 2024 dari di Indo Jolito Batusangkar, Rabu (27/3/2024).
Rombongan terdiri dari Tim Penilai Independen yakni Ir. Chairil Abdini Abidin Said, M.Sc., Ph.D, Prof. Ir. Tommy Firman, M.Sc, Ph.D (hadir Online), Akhmad Misbahkul Hasan, S.E., M.Si, Avanti Fontana, Ph.D., CF, CC, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec. Ditambah Tim Penilai Utama (TPU) Dr. Ir. Budhi Santoso, MA dan Tim Penilai Teknis (TPT) Yudhie Hatmadji Sudjarwo, ST, MPP.
Tim Penilai Utama Budhi Santoso menyampaikan selamat kepada Pemkab Tanah Datar yang telah mampu melewati penilaian tahap pertama dan masuk 10 besar di penilaian tahap kedua.
“Selamat kepada Pemkab Tanah Datar yang telah masuk 10 besar nasional dalam PPD ini. Hari ini dilaksanakan wawancara dan kunjungan lapangan. Kami akan melihat dan menilai apa yang telah dicapai dan apa yang akan direncanakan ke depan serta apa indikator dari program inovasi ini lebih unggul dari daerah lain,” tutur Budhi.
Ia menyebut nanti daerah yang dinilai terbaik akan diundang di acara Musrenbang Nasional untuk menerima penghargaan.
Bupati Eka Putra mengatakan PPD bertujuan pengendalian Perencanaan Pembangunan Daerah oleh Bappenas/Kementerian PPN untuk mendorong Pemerintah Daerah menyusun dokumen perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan.
“Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan fungsi yang sangat penting dan strategis, dengan perencanaan kita bisa melihat ke arah mana pembangunan akan dilaksanakan. Tentu dengan mempertimbangkan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta didasari data informasi yang akurat dan akuntabel,” kata Eka.
Bupati menyebut lahirnya pemikiran untuk membuat Program Satu Nagari Satu Event yang dimaksudkan sebagai ajang pelestarian kebudayaan, ajang menggali potensi nagari, sekaligus mengemas dan mempromosikannya.
“Saat Saya masih menjadi Calon Bupati dan berkeliling nagari, begitu banyak kekayaan adat dan budaya serta kuliner yang unik. Sehingga memiliki pemikiran kekayaan itu harus dilestarikan karena mampu memberikan multiplier effect. Alhamdulillah setelah dipercaya menjadi Bupati, lahirlah program ini,” jelas Eka. (fantau)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *